
Mereka Sebut Hujan
"'Kau tahu cara terbaik menyembunyikan tangismu? Berdirilah di bawah hujan dan biarkan ia menyamarkan air matamu.' ~Mondrosen"
Kata mereka: Saat air-air itu menitis dari biru yang tak memiliki batas,yang dengan polosnya mereka sebut hujan"Langit menghujam."
Kata mereka: Saat gemercik itu menyentuh bumi yang semu dan pelan-pelan membasahi setiap sudut tubuhmu dengan suara yang deras dan nyaris membisukankala kau menari-nari di bawah guyurannya, penuh sedu sedan:"Dunia berduka."
Kata mereka: Saat rintikan demi rintikan itu menyapu turun butir demi butir dari awan abu-abu,menyusuri udara dingin yang nyaris menghampakan dan lalu bergulir pelan-pelan di kawat-kawat singgasanamu tanpa merasakan tajam:"Jiwa-jiwa mengungkapkan sedih terpendam."
Tapi mereka salah.Air itu, saat dengan geram ia jatuh dan sakitnya terasa menusuk pelan saat menyentuh kulitmu,air itu, yang dengan polosnya mereka sebut hujan: adalah tangisanku.
"'Kau tahu cara terbaik menyembunyikan tangismu? Berdirilah di bawah hujan dan biarkan ia menyamarkan air matamu.' ~Mondrosen"
Kata mereka: Saat air-air itu menitis dari biru yang tak memiliki batas,yang dengan polosnya mereka sebut hujan"Langit menghujam."
Kata mereka: Saat gemercik itu menyentuh bumi yang semu dan pelan-pelan membasahi setiap sudut tubuhmu dengan suara yang deras dan nyaris membisukankala kau menari-nari di bawah guyurannya, penuh sedu sedan:"Dunia berduka."
Kata mereka: Saat rintikan demi rintikan itu menyapu turun butir demi butir dari awan abu-abu,menyusuri udara dingin yang nyaris menghampakan dan lalu bergulir pelan-pelan di kawat-kawat singgasanamu tanpa merasakan tajam:"Jiwa-jiwa mengungkapkan sedih terpendam."
Tapi mereka salah.Air itu, saat dengan geram ia jatuh dan sakitnya terasa menusuk pelan saat menyentuh kulitmu,air itu, yang dengan polosnya mereka sebut hujan: adalah tangisanku.


0 comments:
Post a Comment