17 November, 2008

langit menangis~


Kupandangi langit yang baru saja menangis menyisa elok pelangi di atas dan titis-titis air tepat di kakiku…
Kupandang titisan sisa tangis langit… ada aku di bayang senja… terpaku…
Langit baru saja menangis, tentu bukan menangisi asa dan indah semu yang terlintas di penghujung ufuk berwarna jingga… tapi aku pula yang menyertai langit dalam sedunya…

Melangkah satu kaki, menerjang sisa titis tangisan langit… pun terasa berat
Bidadari dalam pelangi mulai melambaikan tangannya, ingin pergi dari jingga warna langit…
Satu kaki masih saja tak kuasa melepasnya… melepas indah yang mulai nampak nyata…
Kutengadah dan kupandang untuk kesekian kali … langit tak lagi menangis… pelangi mulai memudar.. tersisa semburat warna jingga langit senja.. indah, damai, sendu dan nyata

Kulihat indahmu masih di sana, tampak nyata di tengah indah senja …
bukan pula kerna tangisan lelah langit akan awan hitam yang mengarak…
Kutengok ke dalam hatiku, masih di sana, tanpa kupinta telah menjelma menjadi rasa…
Tanyaku terjawab satu-satu…
Satu yang pasti keindahan ini nyata…
Aku nyata dan rasa ini begitu sempurna…



cik_iman-Hujan selalu membuat rindu. Rindu pada semua hal yang jauh dan tak mudah kujangkau. Pada semua kenangan, yang lama dan yang baru. Aku merindukan hujan. Selalu tentang hujan. Seperti juga aku merindukanmu. Selalu tentangmu.(ermmm entah siapakah KAMU itu....hurmmmm)

2 comments:

cikgu jawe said... [Saya Mahu Reply!]

terima kasih nana krn merinduiku.

wakakakakakaka!

abes le aku kena belasah 'ehem ehem' awk nanti..


laarrriiiiikkkkkkkkkk

CAHAYA MATA said... [Saya Mahu Reply!]

wow..!!